Site Map

Ketik kata atau ayat:

Alkitab Bahan

Takut akan Tuhan

Takut akan Tuhan ialah permulaan pengetahuan.

Takut akan Tuhan

Takut akan Tuhan ialah permulaan pengetahuan.

Takut akan Tuhan

Takut akan Tuhan ialah permulaan pengetahuan.

Takut akan Tuhan

Takut akan Tuhan ialah permulaan pengetahuan.

Takut akan Tuhan

Takut akan Tuhan ialah permulaan pengetahuan.

Senin, 12 Agustus 2013

Selasa, 13 Agustus 2013

Selasa, 13 Agustus 2013               

         
Kehadiran Allah: Memberkati


Mazmur 16:11
“Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan ; dihadapan-MU ada sukacita berlimpah-limpah, dan ditangan kanan-Mu ada hikmat senantiasa”

                Dalam sebuah kelas sekolah minggu, seorang guru sedang menggambarkan kehadiran Allah (the presence of god) didalam bait suci. Dengan bantuan suara dan pencahayaan yang baik suasana yang agung dan mulia tercipta. Setiap anak tercengang dan menanti-nantikan sesuatu yang menakjubkan terjadi. Namun, diakhir kelas banyak anak yang sedih dan merasa tidak puas. Sang guru menanyakan kepada mereka. Anak-anak itu berkata:  “Ibu guru, bukankan tadi ibu mengatakan bahwa Allah akan memenuhi gereja ini dengan hadiah (present)? Kok, gak ada present-nya?” (bandingkan presence/kehadiran dan present/hadiah)
                Memang kita lebih tertarik atau senang dengan hadiah atau berkat dari Allah (present from God) dibandingkan mencari kehadiran-Nya (presence of God).
Mazmur 16:11 menegaskan bahwa kehadiran Allah diwujudkan dengan hadirnya berkat-berkat yang melimpah. Allah hadir untuk memberi sukacita yang melimpah-limpah dan kenikmatan sejati. Namun, kita tidak boleh lupa dengan kondisi/syarat yang harus ada supaya janji tersebut tergenapi. Apakah syaratnya? Pertama, menjadikan Tuhan sebagai yang utama. Aku berkata kepada Tuhan: “Engakaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau!” “ya Tuhan, Engkaulah bagian warisanku dan pialaku (Mazmur 16: 2;5). Kedua, memelihara kehidupan yang benar dihadapan Allah (Mazmur 16:3). “Aku memuji Tuhan, yang memberi nasihat kepadaku, ya , pada malam hati nuraniku mengajari aku. Aku senantiasa memandang kepada Tuhan. (Mazmur 16:7-8). Kebenaran ini senada dengan “ carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Relasi dengan Allah dahulu barulah berkat-Nya. (Hendrikus)

Manakah yang lebih menarik hati kita: “hadiah dari Allah” (present from God) atau “ berada dihadirat Allah”(being in the presenceof God)?

Bagaimana cara agar kita lebih terfokus pada kehadiran Allah (presence of God) dari pada hadiah/berkat dari Allah (present from God)?


 Mari beribadah setiap minggu dengan motivasi yang benar. Bukan hanya untuk mendapatkan hadiah/berkat dari Allah (present from God). Tepati untuk memiliki relasi terus-menerus dengan Allah atau berada dihadirat Allah (being in the presence of God).

Minggu, 11 Agustus 2013

Senin, 12 Agugtus 2013

Senin, 12 Agugtus 2013
Kehadiran Allah : Menghukum
Amos 9:15
“Tuhan Allah Semesta alam-lah yang menyentuh bumi, sehingga bergoyang dan semua penduduknya berkabung..”
                Kejadian berikut ini terjadi disalah satu asrama mahasiswa yang sangat ketat peraturannya. Sekalipun ketat, namun tetap saja ada celah untuk melakukan pelanggaran. Pada suatu malam, ketika semua orang diwajibkan untuk tidur, beberapa mahasiswa mengendap-ngendap dan berkumpul disalah satu kamar. Sangking asyiknya, mereka mengobrol  sampai subuh. Tanpa disangka-sangka bapak asrama terbangun dan tergerak melihat asrama. Ketika sampai didepan pintu kamar tempat mahasiswa tadi berkumpul si bapak asarama mengetuk pintu. Terdengar suara dari dalam kamar . “hei siapa itu? Ini waktunya tidur. Bukan ketuk –ketuk pintu. Cari mati, ya?” kalimat-kalimat itu disertai dengan tawa mahasiswa yang ditahan- tahan. Tiba-tibapintu kamar terbuka dan semua orang terkejut. Secara tiba-tiba, ada yang pura-pura tidur sambil mengorok. Ada yang masuk kolong tempat tidur. Ada yang berdiri kaku dengan mata terbelakak dan mulut terbuka. Kehadiran sang bapak asrama telah mengubah segalanya; kesalahan dan pelanggaran terungkap.
                Amos 9:15 menjelaskan bahwa Allah sering menyatakan kehadiran-Nya nuktuk menyatakan kesalahan dan memberitahukan penghukuman kepada manusia. Dia adalah Allah yang kudus. Ia tidak berkompromi dengan dosa setitik pun. Tidak ada ketidakbenaran yang tidak akan diungkapkan. Tidak ada orang fasik yang dapat bertahan dihadapan-Nya.
                Puji-pujian dan firman Tuhan yang dikhotbahkan dalam sebuah ibadah sering kali di pakai Allah untuk menyatakan kesalahan umat Allah. Jadi kalau merasa diri tersentil atas keberanan yang terungkap dalam sebuah ibadah, janganlah marah. Lebih baik kita melakukan beberapa hal berikut ini: Pertama, bersyukur atas sapaan-Nya sebab Dia adalah Maha tahu . Ia mengenal semua jalan pikiran dan isi hati kita. Tidak ada yang tersembunyi di hadapan-Nya. Kedua, marilah kita menyesal atas semua dosa/pelanggaran dan memehon pengampunan-Nya. Jangan membiarkan dosa dan tidak bertobat. Ketiga, marilah kita bertekad untuk semakain mengasihi Dia dari pada mencintai dosa. ( Hendrikus )

Apakah anda merasa “gemetar” karena hormat Kepada Allah yang Maha Tahu?

Apakah dengan selalu mengingat “ Tuhan yang Maha Tahu” akan menolong kita melakukan dosa atau pelanggaran?

Sentilan yang menyinggung hati di dalam sebuah ibadah bukanlah semata-mata kesenganjaan manusia, namun seringkali merupakan cara Allah untuk menyatakan dirin-Nya dan kehendak-Nya dalam kita.
Diberdayakan oleh Blogger.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More